Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Eureka Pendidikan. Dalam penelitian eksperimen, pengujian terhadap pengaruh variabel bebas (perlakuan atau treatment) terhadap variabel terikat dapat dilakukan melalui beberapa cara. Sebagaimana dipahami, penelitian eksperimen dapat dibagi dalam tiga jenis, diantaranya penelitian pre-eksperimen (pra-eksperimen), true-eksperimen (eksperimen sesungguhnya), dan  quasi eksperimen (penelitian semu). Jenis-jenis penelitian eksperimen tersebut dapat dilakukan berdasarkan tujuan dan pertimbangan peneliti. Berikut ini akan dibahas mengenai karakteristik ketiga jenis penelitian eksperimen tersebut. 


Penelitian pre-eksperimen tetap dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara treatment terhadap variabel terikat, namun memiliki banyak kekurangan. Karena kurangnya kontrol terhadap variabel luar yang tidak dilibatkan namun mempengaruhi penelitian. Sehingga harapan untuk mengetahui pengaruh dari treatment terhadap variabel terikat menjadi kurang dapat dipercaya. Oleh karena itu, penelitian eksperimen ini kurang direkomendasikan untuk dilakukan. Hal tersebut dapatlah dianalisis melalui karakteristik dari desain-desain penelitian pre-eksperimen tersebut. One Shot Case Study, One Group Pre-test and Post Test Design serta Intact Group Comparasion merupakan bagian dari penelitian pre-eksperimen. 

Pada One Shot Case Study, perlakuan dilakukan pada satu kelompok saja, tanpa pre-test terlebih dahulu. Sehingga pengaruh perlakuan hanya dilihat dari hasil post-test semata. Tidak jauh berbeda dengan One Group Pre-test and post test design yang juga menggunakan satu kelompok untuk pengujian perlakuan. Namun, pada desain ini pengaruh perlakuan diketahui melalui hasil pre-test dan post-test. Selain itu, terdapat Intact Group Comparasion, yang membagi kelompok menjadi dua kelompok. Kelompok pertama digunakan untuk menguji perlakuan sedangkan kelompok yang lain merupakan kelompok pembanding yang tidak mendapat perlakuan atau dapat saja menguji perlakuan lain. Sehingga pengaruh perlakuan hanya diketahui melalui perbandingan hasil kedua kelompok. 

Pada literatur lain, pre-eksperimen dibagi menjadi lima jenis, dua lainnya yakni, Randomized Matched/ Equivalent Subject: Post-test Only Control-Group Design, dengan menggunakan kelompok pembanding yang equivalent/ setara. Pada desain tersebut pengaruh perlakuan pun hanya diketahui melalui post-test. Randomized Control-Group Post-Test Only Design, yang telah melakukan random terhadap subyek. Namun, tetap saja pada desain ini tidak melakukan pre-test sehingga pengaruh perlakuan hanya diketahui melalui post-test. Pada jenis penelitian pre-eksperimen tersebut terlihat secara nyata kontrol terhadap variabel luar kurang diperhatikan, seperti: adanya desain yang tidak melakukan random terhadap penentuan subyek penelitian, tidak dilakukannya pre-test untuk mengetahui pengaruh perlakuan melalui perbandingan pre-test dan post-test. 

Jenis penelitian eksperimen lainnya, yakni true eksperiment atau eksperimen sesungguhnya. Penelitian ini dikatakan penelitian sesungguhnya, karena penelitian ini mengupayakan hasil penelitian adalah murni dari pengaruh perlakuan. Sehingga variabel luar sangat dikontrol pada penelitian ini. Jenis penelitian sesungguhnya, diantaranya Randomized Subject, Control-Group Pre-Test-Post-Test Design, Solmon Three Group Design dan Solmon Four Group Design. Pada ketiga jenis penelitian ini tampak nyata pengendalian variabel luar yang berpotensi mempengaruhi penelitian, diantaranya digunakannya random asigment atau randomisasi setelah diketahui bahwa kelompok bersifat homogen. Randomisasi dilakukan dengan tujuan agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada kelompok yang representatif. Kemudian, adanya kelompok pembanding dan adanya pre-test dan post-test. 

Pada penelitian eksperimen sesungguhnya yang berupaya mengontrol variabel luar secara maksimal adalah Solmon Four Group Design, yang menggunakan empat kelompok dengan formasi dua kelompok perlakuan (satu menggunakan pre-test dan yang lain tidak menggunakan pre-test) dan dua kelompok pembanding (satu kelompok menggunkan pre-test dan yang lain tidak menggunakan pre-test). Desain tersebut merupakan desain penelitian eksperimen yang sangat direkomendasikan. Karena berupaya menjaga validitas internal dan eksternal penelitian eksperimen. 

Validitas internal mengacu pada hasil yang benar-benar berasal dari variabel bebas (perlakuan) bukan dari variabel lain. Pada validitas internal ini terdapat hal-hal perlu diperhatikan dan dikendalikan oleh peneliti seperti: 1)History, 2)Maturasi, 3)Testing, 4)Instrumentasi, 5)Regresi statistik, 6)Seleksi subyek yang berbeda, 7)Interaksi Seleksi-Maturasi. Sedangkan, validitas eksternal berkaitan dengan kemampuan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi lain yang representatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya, 1) Interaksi Pre-test-Perlakuan, 2)Interaksi seleksi-perlakuan, 3)Spesifitas variabel, 4)Pengaturan reaktif, 5)Interferensi perlakuan jamak, 6)Kontaminasi dan bias pelaku eksperimen

Pada penelitian true eksperiment berupaya menjaga validitas internal dan eksternal tersebut. Namun, penelitian true eksperiment sulit untuk dilakukan dalam dunia pendidikan. Karena randomisasi mengajukan agar subyek dikumpulkan terlebih dahulu dalam satu kelompok besar, kemudian barulah dilakukan pemilihan kelompok secara random. Randomisasi ini sebenarnya tetap dapat dilakukan yakni pada kondisi awal tahun ajaran baru saja. Namun, pada proses pembelajaran biasa randomisasi tersebut sulit dilakukan karena siswa telah terbagi dalam kelas-kelas tertentu. 

Selain yang telah dijelaskan, literatur lain menyatakan bahwa Factorial Design masuk ke dalam eksperimen sesungguhnya dengan adanya catatan. Factorial design masuk ke dalam penelitian sesungguhnya jika sebelum perlakuan terdapat pengukuran. Dinamakan factorial design atau eksperimen berfaktor karena melibatkan lebih dari satu variabel bebas yang dijadikan faktor, dan secara teori kedua faktor tersebut memiliki interaksi. 

Selanjutnya, Quasi Eksperiment (Penelitian semu) yang digunakan karena sulit mendapatkan kelompok pembanding yang digunakan untuk penelitian. Dalam quasi ekperimen, peneliti menggunakan kelompok perlakuan dan kelompok pembanding yang tidak dipilih secara acak. Tidak dapat dilakukan secara acak karena dalam dunia pendidikan khususnya dalam aktivitas pembelajaran, pelaksanaan penelitian tidak selalu memungkinkan untuk melakukan seleksi subyek secara acak, karena subyek secara alami telah terbentuk dalam satu kelompok utuh  (naturally formed intact group), seperti kelompok siswa dalam satu kelas yang jumlahnya juga sangat terbatas. Dalam keadaan ini, kaidah-kaidah penelitian true eksperiment tidak dapat dipenuhi secara utuh, karena pengendalian variabel yang terkait subyek penelitian tidak dapat dilakukan sepenuhnya, sehingga penelitian harus dilakukan menggunakan intact group (kelompok belajar). 

Jenis-jenis quasi eksperimen ini diantaranya, Times Series Design yang dilakukan tanpa kelas pembanding. Jenis penelitian ini dilakukan dengan melakukan pre-test sebanyak empat kali terhadap subyek sebelum diberi perlakuan untuk mengetahui konsistensi dari subyek. Kemudian, melakukan post-test sebanyak empat kali juga. Hasil dari perlakuan dapat diketahui melalui perbadingan pre-test dan post-test. Non-Equivalent Control Group Design, menggunakan dua kelompok (perlakuan dan pembanding) dengan pre-test dan post-test. Post-test only, Non-Equivalent Control Group Design, terdiri dari satu atau lebih kelompok eksperimendan satu kelompok pembanding. Hasil dari perlakuan diketahui melalui perbandingan hasil post-test. Controlbalanced design, pada desain ini kelompok menerima semua perlakuan tetapi pada urutan yang berbeda. Jumlah kelompok pada desain ini harus sama dengan jumlah perlakuan yang dilakukan. 

0 Response to "Karakteristik Penelitian Eksperimen"

Poskan Komentar