Pendangan Konstruktivisme Mengenai Proses Belajar

Pandangan Konstruktivisme Mengenai Proses Belajar

Eureka Pendidikan. Konstruktivisme (constructivism) adalah suatu aliran atau faham  dalam  psikologi kognitif  yang membahas tentang cara belajar dan berpikir manusia. Orang–orang yang menganut faham ini dan menerapkannya dalam  proses belajar mengajar atau penelitian yang berkaitan dengan proses belajar menyebut dirinya konstruktivis (constructivist). Berikut ini akan diuraikan beberapa pendapat konstruktivis  yang berkaitan dengan belajar dan  pembelajaran.Para konstruktivis berpendapat bahwa pengetahuan  tidak diterima secara pasif, melainkan dikonstruksi secara aktif oleh individu. Masuknya pengetahuan/informasi baru  dalam struktur kognitif melalui dua mekanisme, yaitu asimilasi dan akomodasi. Pada asimilasi, informasi baru yang dihadapi seseorang langsung diserap  masuk ke dalam struktur kognitifnya karena mengandung kesamaan dengan struktur kognitif yang sudah ada. Sedangkan pada akomodasi seseorang harus memodifikasi struktur kognitifnya  agar mereka dapat menerima informasi baru yang dihadapinya.
Arti suatu keadaan tidak terletak  dalam kenyataan itu sendiri, tetapi manusialah yang  membangun arti dari kenyataan itu di dalam  struktur kognitifnya.  Arti yang  yang dibangun itu tergantung pada pengalaman dan tujuan orang yang bersangkutan. Fakta atau keadaan yang sama jika diamati oleh dua atau lebih pengamat dapat ditafsirkan dengan berbagai model tergantung pada praduga dan kecenderungan masing-masing pengamat.  Misalnya seseorang yang mendengar kata “Kijang”, dapat saja ia memaknainya sebagai binatang berkaki empat yang sering digunakan untuk menarik dokar, tetapi bisa pula dimaknai sebagai mobil yang sering mereka pergunakan untuk ke luar kota yaitu “Toyota Kijang”. Jadi kata kuda dapat mempunyai makna lebih dari satu. Pengetahuan  bukan hanya bertambah terus, tetapi juga di-konstruksi  terus-menerus oleh  individu.  Jika seseorang mempelajari materi baru,  maka  pandangannya  mengenai materi lama dapat berubah (jika terjadi akomodasi), hal ini berarti bahwa materi lama perlu dibangun kembali untuk menyesuaikannya dengan materi baru. (Natsir, 2004 : 23)

Dari uraian tersebut dapat  disimpulkan bahwa  belajar menurut konstrutivisme adalah suatu perubahan konseptual yang dapat berupa pengkonstruksian ide atau merekonstruksi  ide yang sudah ada. Hasil belajar harus dialami dan di bangun sendiri oleh siswa melalu pengalaman belajar yang terus menerus di perbaharui sesua dengan kebutuhan.

0 Response to "Pendangan Konstruktivisme Mengenai Proses Belajar"

Poskan Komentar