Metode Pembelajaran: Metode Demonstrasi

Metode Demonstrasi

Eureka Pendidikan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1996 : 102), mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sebenarnya maupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna.



Dalam pembelajaran fisika, metode demonstrasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar. Pada dasarnya metode demonstrasi ini hampir sama dengan metode eksperimen. Namun dalam pelaksanaannya, siswa tidak melakukan percobaan tetapi hanya melihat apa yang didemonstrasikan oleh guru. 

Tujuan pokok penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar ialah untuk memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan (meneladani) cara melakukannya sesuatu atau proses terjadinya sesuatu. Ditinjau dari bukan metode yang dapat diimplementasikan dalam PBM secara independent. Karena ia merupakan alat bantu memperjelas apa-apa yang diuraikan, baik verbal maupun secara tekstual. Jadi, mengajar tertentu seperti metode ceramah.

Ada asumsi psikologis yang melatarbelakangi perlunya penggunaan penggunaan metode demonstrasi dalam PBM, yakni belajar adalah proses melakukan dan mengalami sendiri (learning by doing and eksperience) apa-apa yang dipelajari. Dengan melakukan dan mengalami sendiri, siswa diharapkan dapat menyerap kesan yang mendalam kedalam benaknya.

Selain itu, penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar juga memiliki arti penting yang strategis dalam memberantas penyakit “verbalisme”. Gejala penyakit verbalisme (aliran pandangan pendidikan yang berorientasi pada kemampuan hafalan diluar kepala walaupun tak mengerti artinya), biasanya mudah timbul dalam proses belajar mengajar apabila guru hanya menginformasikan konsep dan fakta dalam bentuk kata-kata (baik lisan maupun tulisan) tanpa menjelaskan lebih jauh (psikologis pedagogies). Banyak keuntungan psikologis dan pedagogis yang dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi, antara lain yang terpenting ialah:
  1. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
  2. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
  3. Perjalanan dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih dekat dalam diri siswa.

Selanjutnya, S. Nasution (1986), yang secara khusus menyoroti manfaat metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga, berpendapat bahwa metode ini dapat:
  1. Menambah aktivitas belajar siswa karena ia turut melakukan kegiatan peragaan.
  2. Menghemat waktu belajar di kelas/ sekolah.
  3. Menjadikan hasil belajar yang lebih mantap dan permanen.
  4. membantu siswa dalam mengejar ketertinggalan penguasaan atas materi pelajaran, khususnya yang didemonstrasikan itu.
  5. Membangkitkan minat dan aktivitas belajar siswa.
  6. Memberikan pemahaman yang lebih tepat dan jelas.

Dalam pelajaran sains metode ini tidak hanya dipergunakan untuk memperlihatkan sesuatu sekedar untuk dilihat, tetapi banyak dipergunakan untuk mengembangkan suatu pengertian, mengemukakan suatu masalah, memperlihatkan suatu prinsip, menguji kebenaran suatu hukum yang diperoleh secara tertulis dan untuk memperkuat suatu pengertian.   

Demonstrasi tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan metode melakukan sendiri, bila keadaan peralatan mengijinkan. Bagaimanapun baiknya suatu demonstrasi dilakukan oleh seorang guru akan lebih baik lagi bila murid-murid itu dapat menghayati atau mengulangi sendiri peristiwa yang telah dipelajarinya dengan melakukan sendiri. Tetapi karena terbatasnya waktu sekolah dan terbatasnya kemampuan anak maka tidak semua hal dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri. Oleh karena itu metode demonstrasi merupakan salah satu metode yang utama dalam pendidikan sains.

Seperti metode-metode lainnya, metode ini juga mengandung kelemahan-kelemahan, antara lain :
  1. Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan terutama untuk pengadaan alat-alat modern.
  2. Bila alatnya terlalu kecil atau penempatan yang kurang tepat, menyebabkan demonstrasi tidak dapat dilihat dengan jelas.
  3. Dalam demonstrasi bila tidak mengikutsertakan siswa, maka proses demonstrasi akan kurang dipahami oleh siswa sehingga kurang berhasil.

Langkah-langkah untuk mengatasi kekurangan metode demonstrasi (Sahabuddin 1997 : 75 ) adalah :
  1. Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan.
  2. Menyelidiki apakah penggunaan metode ini efektif untuk mencapai tujuan .
  3. Menetapkan garis-garis besar setiap langkah suatu demonstrasi untuk dicobakan guna menambah hal-hal yang masih kurang atau terlupakan.
  4. Harus diperkirakan jumlah waktu yang diperlukan dengan pertimbangan memberikan kesempatan pada siswa mengajukan pertanyaan dan membuat catatan.
  5. Menetapkan apa rencana guru sesudah demonstrasi berakhir untuk menilai hasil belajar.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode demonstrasi:
  1. Ajukan pertanyaan-pertanyaan selama melakukan demonstrasi agar mendapat umpan balik.
  2. Mendemonstrasikan cara yang salah akan membantu siswa untuk membenarkan masalah yang diajukan. 
  3. Ajukan kesimpulan yang singkat diakhir demonstrasi.
  4. Kalau perlu siswa mendemonstrasikan kembali.
  5. Alat yang digunakan telah ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap siswa dapat dengan jelas.
  6. Keuntungan-keuntungan dapat didengar jelas siswa.

Agar pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi berlangsung secara efektif, langkah-langkah yang harus adalah sebagai berikut:
  1. Lakukan perencanaan yang matang sebelum pembelajaran dimulai. 
  2. Rumuskan tujuan pembelajaran dengan metode demonstrasi, dan pilihlah materi yang tepat untuk didemonstrasikan.
  3. Butlah garis besar langkah-langkah demonstrasi, akan lebih efektif jika yang dikuasi dan dipahami baik oleh peserta didik maupun guru.
  4. Tetapkanlah apakah demonstrasi tersebut dilakukan oleh guru atau siswa atau oleh guru kemudian diikuti oleh siswa.
  5. Mulailah demonstrasi dengan menarik perhatian seluruh peserta didik, dan ciptakanlah suasana yang tenang dan menyenangkan.
  6. Mengupayakan agar semua siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  7. Lakukanlah evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, baik terhadap efektivitas metode demonstrasi maupun terhadap hasil belajar siswa.

Untuk memantapkan hasil pembelajaran melalui metode demonstrasi, pada akhir pertemuan dapat diberikan tugas-tugas yang sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan. 

2 Responses to "Metode Pembelajaran: Metode Demonstrasi"