Pola Pembelajaran Problem Solving

Pola Pembelajaran Problem Solving

Eureka Pendidikan. Pembelajaran dimana  kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa atas dasar permasalahan yang dirancang dan diajukan oleh guru. Pembelajaran ini terdiri dari penyajian kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri. Peranan guru dalam pembelajaran ini adalah mengajukan suatu masalah, memfasilitasi penyelidikan, dan dialog siswa, serta mendukung belajar siswa.


Menurut Gagne (1985), kalau seorang peserta didik dihadapkan pada suatu masalah, pada akhirnya mereka bukan hanya sekedar memecahkan masalah, tetapi juga belajar sesuatu yang baru. Pemecahan masalah bukan perbuatan yang sederhana, akan tetapi lebih kompleks daripada yang diduga. Pemecahan masalah memerlukan keterampilan berpikir yang banyak ragamnya termasuk mengamati, melaporkan, mendeskripsikan, menganalisis, mengklasifikasi, menafsirkan, mengkritik, meramalakan, menarik kesimpulan dan membuat generalisasi berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan diolah.

a. Pengertian Masalah.

Masalah adalah kesenjangan antara kenyataan dan harapan, untuk itu diperlukan upaya untuk menjembatangi kesenjangan itu. Suatu masalah yang baik untuk maksud pengajaran adalah jelas, terbatas, menarik, menggugah pikiran, dapat dipahami, sesuai, mempunyai nilai praktis.

b. Strategi Mengajar Pemecahan Masalah Secara Kreatif

  1. Inkubasi. Dalam pemecahan masalah secara kreatif, salah satu prinsip penting adalah menghindari tergesa-gesa untuk dapat memecahkan masalah, sebaliknya, ada manfaatnya untuk mengikuti waktu inkubasi, yaitu merenung sejenak dan berpikir reflektif terhadap masalah yang dihadapi dan memikirkan beberapa pemecahan alternatif sebelum memilih tindakan tertentu.
  2. Tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Dalam pemecahan masalah secara kreatif, siswa harus didorong untuk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, untuk mempertimbangkan semua kemungkinan sebelum mencoba memecahkan suatu masalah.
  3. Iklim yang sesuai. Pemecahan masalah secara kreatif tertunjang oleh lingkungan yang santai, bahkan lingkungan yang segar (Wallach dan Kogen dalam Nur dan Wikandari, 2002).
  4. Analisis situasi. Salah satu metode pemecahan masalah secara kreatif yang sering disarankan adalah menganalisis dan mendaftar karaktersistik utama atau unsur-unsur spesifik suatu masalah (Lesgold dalam Nur dan Wikandari, 2002).

c. Pendekatan-Pendekatan Dalam Pemecahan Masalah

Adapun pendekatan-pendekatan dalam menyelesaikan masalah yaitu: 
  • Pendekatan reaktif.,- Pendekatan ini terdapat dalam situasi dimana seseorang tiba-tiba dihadapkan dengan masalah yang harus sekejap itu diputuskan.
  • Pendekatan antisipatif,-Orang yang berantisipasi melihat masalah sewaktu mulai berkembang lalu ia secara sistematis memikirkan seperangkap alternatif lalu memilih salah satu diantaranya yang diduganya akan serasi menghadapi masalah itu.
  • Pendekatan Reflektif,- Dalam hal ini seseorang mengambil waktu untuk memikirkan suatu masalah secara mendalam, menganalisis semua komponennya sambil menimbang dengan cermat tiap kemungkinan tindakan yang dapat diambil.
  • Pendekatan impulsif,- Seorang bertindak impulsif dalam menghadapi masalah, bila ia lebih mengikuti instik atau perasaan daripada refleksi atau pemikirannya.  

d. Langkah-Langkah Dalam Pemecahan Masalah

  1. Menyadari adanya masalah atau kesulitan
  2. Melihat hakekat masalah dengan jelas.
  3. Berpegang teguh pada pokok-pokok masalah selama penyelidikan.
  4. Mengajukan hipotesis
  5. Mengumpulkan data atau informasi.
  6. Analisis dan sisntesis data
  7. Mengambil kesimpulan
  8. Mencoba dan melaksanakan kesimpulan yang diperoleh.
  9. Menilai kembali keseluruhan proses pemecahan masalah.

0 Response to "Pola Pembelajaran Problem Solving"

Poskan Komentar