Definisi Kreativitas

Definisi Kreativitas

Eureka Pendidikan. Menurut Plucker (Kaufman, dkk. 2008: 1), kreativitas adalah interaksi antara bakat atau kecerdasan, proses dan lingkungan sehingga seseorang atau kelompok mampu menghasilkan produk yang baru dan bermanfaat. Kreativitas juga dapat diartikan sebagai sekumpulan sikap dan kemampuan individu yang diarahkan untuk menghasilkan ide-ide dan original (Fisher dalam Anita Isa dan Jamil Ahmad, 2012). Kreativitas dimulai dengan berpikir kreatif untuk menghasilkan ide dalam rangka memecahkan masalah, membuat perbaikan, meningkatkan produktivitas, meningkatkan keefektifan dan menambah nilai (Maimunah dalam Anita Isa dan Jamil ahmad, 2012). Edward de Bono mendefinisikan kreativitas sebagai suatu usaha untuk berpikir dengan sudut pandang yang berbeda untuk menemukan alternatif baru dari sebuah fenomena. 

Kreativitas mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya (Hurlock, 1999: 4). Kreativitas membuat seseorang dapat menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Kreativitas dapat berupa kegiatan imajinatif dan sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya berupa perangkuman. 

Ada begitu banyak definisi tentang kreativitas, tetapi tidakada satu definisi pun yang dapat diterima sevara universal. Menurut Rhodes (dalam Isaksen dan dikutip oleh Utami Munandar, 2012: 20), pada umumnya kreativitas dirumuskan dalamnistilah pribadi (person), proses dan produk. Kreativitas dapat pula ditinjau dari kondisi pribadi dan lingkungan yang mendorong (press) individu ke perilaku kreatif. Rhodes menyebut keempat jenis definisi tentang kreativitas ini sebagai, “Four P’s Creativity: Person, Process, Press and Product)”. 

a.Definisi Individu
Kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis: intelegensi, gaya kognitif dan kepribadian atau motivasi. Ketiga atribut ini membantu memahami apa yang melatarbelakangi individu kreatif. 

Intelegensi meliputi kemampuan verbal, pemikiran lancar (fluency), pengetahuan, perencanaan, perumusan masalah, penyusunan strategi, representasi mental, keterampilan pengambilan keputusan dan keseimbangan serta integrasi intelektual secara umum. Gaya kognitif atau intelektual dari seseorang yang kreatif menunjukkan kelonggaran dari keterikatan pada konvensi menciptakan aturan sendiri, melakukan hal-hal dengan caranya sendiri, menyukai masalah yang tidak terlalu terstruktur, senang menulis maupun merancang. Gaya kognitif ini mengarah pada berpikir kreatif originality. Dimensi kepribadian atau motivasi meliputi fleksibilitas, toleransi terhadap kedwiartian, dorongan untuk berprestasi dan mendapat pengakuan, keuletan dalam menghadapi rintangan, dan pengembangan resiko yang moderat. 

Dalam Utami Munandar (2012: 35) dijabarkan bahwa anak yang kreatif biasanya selalu ingin tahu, memiliki minat yang luas, dan menyukai kegemaran dan aktivitas yang kreatif. Selain itu, anak yang kreatif juga cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri. Mereka lebih berani mengambil resiko, artinya dalam melakukan sesuatu yang bagi mereka amat berarti dan penting tidak terlalu menghiraukan kritik dan ejekan dari orang lain. Anak kreatif tidak takut untuk membuat kesalahan dan mengemukakan pendapat walaupun mungkin tidak disetujui oleh orang lain.



b.Definisi Proses
Definisi proses kreatif yang terkenal adalah definisi Torrance. Menurut Torrance dalam Utami Munandar (2012: 21):

… the process of 1) sensing difficulties, problems, gaps in information, missing elements, something asked; 2) making guesses and formulating hypotheses about these deficiencies; 3) evaluating and testing these guesses and hypotheses; 4) possibly revising and retesting them; and finally communicating the results”. Definisi kreativitas ini pada dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai menyampaikan hasil yang meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah. 

c.Definisi Produk
Definisi tentang produk kreatif menekankan orisinalitas (Utami Munandar, 2012: 21). Menurut Barron dalam Utami Munandar (2012: 21), kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Namun, tidak keseluruhan produk itu harus baru, produk kreatif dapat juga berupa kombinasi-kombinasi baru, seperti yang diungkapkan Haefele bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Dari definisi tersebut Haefele menekankan bahwa suatu produk kreatif tidak hanya harus baru tetapi juga bermakna. 

Basemer dan Treffinger (Utami Munandar, 2012: 41-42) menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu: 1) Kebaruan (novelty); 2) Pemecahan (resolution); serta 3) Kerincian (elaboration) dan sintesis. Kebaruan adalah sejauh mana produk tersebut baru dalam jumlah dan luas proses yang baru, teknik baru, bahan baru, konsep baru yang terlibat, dalam hal di luar lapangan atau bidang,dampak produk dari produk terhadap produk kreatif di masa depan. 

Orisinal berarti produk tersebut langka di antara produk-produk yang dibuat oleh orang-orang dengan pengalaman dan pelatihan yang sama dan juga menimbulkan kejutan. Pemecahan (resolution) menyangkut derajat sejauh mana produk memenuhi kebutuhan dari suatu masalah. Elaborasi dan sintesis merujuk pada derajat atau sejauh mana produk itu menggabung unsure-unsur yang tidak sama atau serupa menjadi keseluruhan yang canggih dan koheren (bertahan secara logis). 

d.Definisi Press
Faktor press atau dorongan dapat berupa dorongan internal berupa keinginan untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis.

Sumber:
Kusumaningrum, Sih. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran PjBL untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kreativitas Siswa Kelas X. Tesis. Pascasarja UNY

0 Response to "Definisi Kreativitas"

Posting Komentar