Contoh Kerangka Penulisan Skripsi Bab 1 dan Bab 2

Contoh Kerangka Penulisan Skripsi Bab 1 dan Bab 2

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang 

Eureka Pendidikan. Latar belakang berisikan sejumlah paragraf yang menjabarkan hal-hal yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian. Pada umumnya, hal yang melatarbelakangi peneliti ini berkaitan dengan adanya masalah pada suatu aspek sehingga perlu dilakukan penelitian. Dalam penjabaran latar belakang ini, peneliti sebaiknya mempertimbangkan topik atau bahasan masalah yang esensi dan menarik, sehingga dapat menyadarkan akan pentingnya penelitian pada aspek tersebut. Misalnya, pada penelitian di bidang pendidikan, apabila Anda mengetahui suatu metode belajar akan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTs) peserta didik, maka Anda perlu menjabarkan hal-hal yang berkaitan dengan tuntutan kurikulum yang berlaku, hakikat pembelajaran yang seharusnya dan urgensi kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTs). Atau jika Anda ingin membandingkan dua tipe strategi pembelajaran kooperatif, misalnya tipe TPOT dan tipe ARIAS. Anda perlu mengemukakan masalah atau kekurangan dari strategi pembelajaran yang telah diterapkan, sehingga Anda perlu melakukan penelitian  

Pendidikan dilaksanakan untuk melahirkan generasi bangsa yang cerdas secara otak atau intelektual dan juga berkarakter bangsa. Hal ini tercantum dalam UU RI No. 20 tahun 2003 bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 

Contoh Kerangka Penulisan Skripsi Bab 1 dan Bab 2 proposal penelitian

B. Identifikasi masalah 
Pada identifikasi masalah, Anda perlu mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul pada latar belakang masalah. Sehingga akan terlihat hal-hal yang bersifat urgen dari penelitian Anda. Sebagaimana yang telah dikemukakan di awal, bahwa teknik penulisan berkaitan dengan kebijakan yang berlaku. Maka, teknik penulisan identifikasi masalah pun seperti itu, ada yang menuliskannya secara deskriptif berbentuk paragraf namun ada pula yang menuliskannya dalam bentuk poin-poin (1,2,3, dst). Misalnya, mengenai belum optimalnya guru menggunakan strategi pembelajaran dalam aktivitas pembelajaran fisika.  

C. Batasan Masalah 
Batasan masalah ini mengacu pada identifikasi masalah. Batasan masalah umumnya berkaitan dengan masalah yang lebih spesifik dari penelitian Anda, seperti  variabel apa saja yang akan diteliti dan lokasi penelitian. Umumnya, batasan masalah ditulis dalam bentuk kalimat pernyataan.  

D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan turunan dari batasan masalah. Rumusan masalah bersifat lebih menjurus pada penelitian yang akan dilakukan. Rumusan masalah umumnya ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan, Misalnya, Apakah ada perbedaan yang signifikan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe TPOT dan tipe ARIAS terhadap prestasi belajar fisika siswa?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi beberapa pernyataan yang berkaitan dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Contohnya: 
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan pada penelitian ini adalah
  1. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara penggunaan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe TPOT dan tipe ARIAS terhadap prestasi belajar fisika peserta didik.

F. Manfaat Penelitian 
Umumnya manfaat penelitian menguraikan beberapa manfaat penelitian secara teoritik dan secara praktik. Contohnya: 

A. Manfaat Penelitian secara teoritik 
  1. Menambah referensi pustaka yang berkaitan dengan penerapan strategi pembelajaran. 
B. Manfaat Penelitian secara praktik 
  1. Memberikan masukan kepada guru atau sekolah untuk dapat menerapkan strategi pembelajaran untuk dapat meningkatkan prestasi belajar fisika peserta didik. 
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Pada Bab II kajian pustaka, umumnya berisi kajian teori, hasil penelitian yang relevan, kerangka pikir dan hipotesis penelitian. 

A. Kajian Teori 
Kajian teori menguraikan berbagai teori yang berkaitan dengan variabel yang akan diteliti. Kajian teori ini dapat diperoleh dari berbagai sumber pustaka. Tujuan dari adanya kajian teori ini adalah agar peneliti memahami definisi dan karakteristik dari variabel yang akan diteliti. Hal ini menjadi acuan dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian. Pada judul penelitian, Perbandingan Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe TOT dan ARIAS terhadap Prestasi Belajar Fisika Peserta Didik, dapat diuraikan kajian teori yang diperlukan adalah sebagai berikut: 

1. Hakikat Pembelajaran Fisika
A. Hakikat Belajar
B. Hakikat Fisika

2. Strategi Pembelajaran Kooperatif
A. Pengertian Strategi Pembelajaran 
B. Pengertian Strategi Pembelajaran Kooperatif
C. Karakteristik Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe TOT
D. Karakteristik Strategi Pembelajaran Tipe ARIAS

3. Hakikat Prestasi Belajar Fisika
A. Pengertian Prestasi Belajar
B. Pengertian Prestasi Belajar Fisika 
 
B. Penelitian yang Relevan
Pada penelitian yang relevan, cantumkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Penyantuman penelitian yang relevan ini sangat bermanfaat untuk memperkuat penelitian Anda, sehingga penelitian Anda dinilai cukup esensi. Penelitian yang relevan dapat Anda peroleh dari jurnal-jurnal penelitian disiplin ilmu Anda. 

C. Kerangka Pikir 
Kerangka pikir berisikan kerangka penelitian yang akan dilakukan. Umumnya, kerangka penelitian dijabarkan secara deskriptif mengenai penelitian yang akan dilakukan dan kemudian dibuat kerangka (umumnya berupa bagan) penelitian yang memuat latar belakang secara singkat, langkah-langkah penelitian dan luaran yang dihasilkan. 

D. Hipotesis Penelitian 
Hipotesis penelitian berisi dugaan peneliti terhadap penelitiannya. Hipotesis penelitian sendiri dibagi menjadi dua, yakni hipotesis statistik dan hipotesis teoritik. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah setiap sub bab yang ada pada Bab I dan II saling berkaitan. Maka, peneliti perlu cermat dalam menuliskan teori atau gagasannya. Karena tidak jarang ditemukan proposal penelitian atau proposal skripsi yang setiap tulisannya tidak memiliki keterkaitan. 

5 Responses to "Contoh Kerangka Penulisan Skripsi Bab 1 dan Bab 2"