Gagasan Pengembangan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika

Gagasan Pengembangan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika


Gagasan  pengembangan  pemahaman  konsep  dan  kemampuan  pemecahan masalah fisika dilandasi oleh beberapa konsepsi teoretis (Rosana, 2014) :
  1. Konsepsi  fisika merupakan  subyek  yang  senantiasa  mengalami  perubahan  (Wenning, 2006). 
  2. Learning  physics  is  not  about  memorizing  facts,  it  is  about  comprehension  and mathematics (Zhaoyao, 2002: 8). 
  3. Learning physics requires learning to do the problems (Oman & Oman, 1997: xvii). 
  4. Effort to solve problem and apply meaningful knowedge must be preceded by positive  attitude and effort to understand it (Simon, 1996: 94).

Gagasan Pengembangan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika


Berdasarkan  penjelasan  teoretis  tersebut,  pemahaman  (understanding)  merupakan kata  kunci dalam  pembelajaran.  Beberapa  konsepsi  teoretis  yang  melandasi  kesimpulan tersebut seperti yang diungkapkan oleh Rosana (2014)  adalah sebagai berikut :
  1. Konsepsi  belajar  mengacu  pada  pandangan konstruktivistik,  bahwa understanding construction menjadi lebih penting dibandingkan dengan memorizing fact (Abdullah & Abbas,  2006;  Brook  &  Brook,  1993;  Jonassen,  1999; Mayer,  1999;  Morrison  &  Collins, 1996; Riesbeck, 1996).  
  2. Rote learning leads to inert knowledgewe know something but never apply it to real life (Heinich,et al., 2002). 
  3. Salah  satu  tujuan  pendidikan  adalah  memfasilitasi  peserta  didik untuk  mendapatkan  pemahaman yang   dapat   diungkapkan   secara   verbal,   numerikal,   kerangka   pikir  positivistik,   kerangka pikir   kehidupan   berkelompok,   dan   kerangka   kontemplasi spiritual (Gardner, 1999a). 
  4. Understanding is knowledge in thoughtful action (Perkin & Unger, 1999:95). 
  5. Pemahaman  adalah  suatu  proses  mental  terjadinya  adaptasi  dan  transformasi  ilmu pengetahuan (Gardner, 1999b). 
  6. Pemahaman merupakan landasan bagi peserta didik untuk  membangun kepekaan dan   kebijaksanaan (Longworth, 1999:91). 
  7. Pemahaman  merupakan indikator  unjuk  kerja  yang  siap    direnungkan,  dikritik,  dan  digunakan oleh orang lain (Gardner, 1999).
  8. Pemahaman  merupakan  perangkat baku  program  pendidikan   yang merefleksikan  kompetensi (Yulaelawaty, 2002). 
  9. Pemahaman muncul dari hasil evaluasi dan refleksi diri sendiri (Wenning, 2006).


Dengan  demikian,  pemahaman  sebagai  representasi  hasil  pembelajaran  menjadi sangat    penting. Landasan teoretis    sebagai    alternatif    pijakan    dalam    mengemas  pembelajaran untuk pemahaman    (learning    for    understanding)    sekaligus    dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah fisika adalah sebagai berikut:
  1. Tiga wawasan berpikir dalam pembelajaran fisika: (a) to present subject matter is not teaching, (b) to store stuff away in the memory is not learning (c) to memorize what is stored away is not proof of understanding (Nachtigall, 1998:1). 
  2. Guru fisika dianjurkan untuk mengurangi berceritera dalam pembelajaran, tetapi lebih  banyak  mengajak  para  peserta  didik  untuk bereksperimen  dan  memecahkan  masalah  (Williams, 2005). 
  3. Guru   fisika   dianjurkan lebih   banyak   menyediakan context-rich   problem dan mengurangi context-poor problem dalam pembelajaran (Yerushalmi & Magen, 2006).
  4. Meaning  making  is not  just  an  individual  operation,  the  individual  interacts  with  others  to  construct  shared knowledge” (Costa,   1999:27).
  5. Dalam Pengembangan  pemahaman  konsep  dan  kemampuan  pemecahan  masalah  fisika  terjadi  melalui  proses  perubahan  konseptual  secara  berkelanjutan  (Ardhana et al., 2003; Hynd, et al., 1994; Santyasa, et al., 2005; Santyasa, et al., 2006).


Berdasarkan semua landasan teori diatas dapat dikaji beberapa 3 hal, yaitu :
  1. Guru harus melakukan perubahan paradigma dalam memfasilitasi siswa. Mengajar adalah menggubah  lingkungan  belajar  dan  menyiapkan rangsangan-rangsangan  kepada  peserta didik untuk melakukan inquiry learning dan memecahkan masalah”(Jabot & Kautz, 2003; Wenning   &   Wenning,   2006).   Mengajar bukan   berfokus   pada how   to   teach tetapi hendaknya  lebih berorientasi  pada how  to  stimulate  learning (Bryan,  2005;  Longworth, 1999;  Novodvorsky,  2006;  Popov,  2006; Wenning,  2005;  Wenning,  2006)  dan learning how to learn (Longworth, 1999; Novak &Gowin, 1985).
  2. Pengembangan pemahaman dan  kemampuan  pemecahan masalah, pembelajaran  kolaboratif   yang memberdayakan  potensi  dialog  antar  peserta  didik  menjadi  sangat penting.
  3. Penerapan  model  perubahan  konseptual  dalam  pembelajaran  fisika terbukti  efektif dalam  pengembangan  pemahaman  konsep    dan  kemampuan  pemecahan masalah.

Berkaitan dengan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah, hasil belajar yang dinilai meliputi tiga aspek, yaitu aspek pemahaman konsep, penalaran, dan pemecahan masalah.

REFERENSI
Rosana, D. (2014). Evaluasi Pembelajaran Sains. Yogyakarta.

0 Response to "Gagasan Pengembangan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika"

Posting Komentar