Pengantar Kecerdasan Interpersonal

Pengertian Kecerdasan Interpersonal

Eureka Pendidikan - Kecerdasan interpersonal adalah sebuah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk baru yang memiliki nilai. Gardner (1977) menyatakan bahwa kecerdasan interpersonal tidak berdiri sendiri, tapi merupakan terdiri dari dua buah kecerdasan atau lebih. Teori ini juga dikenal dengan nama kecerdasan majemuk (multiple intelligence).  Gardner sendir paling tidka memperkenalkan delapan kecerdasan majemuk yakni:
  1. Linguistik
  2. Logis-matematis
  3. spasial
  4. musikal
  5. Kinestetik
  6. naturalis
  7. intrapersonal
  8. interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk bekerja sama dengan orang lain. Kecerdasaan ini memiliki kemampuan untuk mengindentifikasi secara umum kemampuan seseorang, menempatkan orang lain dan diri sendiri dalam kelompok serta mampu mengadaptasi perubahan keadaan yang datang dari luar. Amstrong (2002) menyatakan bahwa kecerdasan interpesonal ditunjukkan kemampuan memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Kemampuan ini menujukkan kemampuan seseorang dalam menanggapi perubahan suasana hati, niat, perangai dan hasrat dari orang lain. Lie (2003) lebih spesifik menjelaskan mengenai kecerdasan interpersonal ditunjukkan melalui sinergi dalam membuahkan hasil-hasil positif

Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi akan mampu menjalin komunikasi yang efektif dengan orang lain, mampu berempati secara baik, mampu mengembangkan hubungan yang harmonis dengan orang lain, menyukai bekerja secara kelompok. Kecerdasan interpersonal bisa dikatakan juga sebagai kecerdasan sosial, diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menciptakan relasi, membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak berada dalam situasi menguntungkan (Safaria, 2005).

Lwin (2008) menjelaskan kecerdasan interpersonal sebagai kemampuan untuk memahami dan memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan orang lain kemudian menanggapinya secara layak. 

Definisi lain diungkapkan oleh Tan (2008) dalam jurnal Sibel, et al (2013) yaitu: 

“Interpersonal (social) intelligence is the capacity of understanding, distinguishing and welcoming the emotions, aspirations and needs of surrounding people” 

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami maksud dan perasaan orang lain sehingga tercipta hubungan yang harmonis dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal penting dalam kehidupan manusia karena pada dasarnya manusia tidak bisa menyendiri. Banyak kegiatan dalam hidup manusia terkait dengan orang lain, begitu juga seorang anak yang membutuhkan dukungan orang-orang disekitarnya.

Karakteristik Kecerdasan Interpersonal


Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan interpersonal menurut Yaumi (2012) adalah:
  1. Belajar dengan sangat baik ketika berada dalam situasi yang membangun interaksi antara satu dengan yang lainnya.
  2. Semakin banyak berhubungan dengan orang lain, semakin merasa bahagia.
  3. Sangat produktif dan berkembang dengan pesat ketika belajar secara kooperatif dan kolaboratif.
  4. Ketika menggunakan interaksi jejaring sosial, sangat senang dilakukan dengan chatting atau teleconference.
  5. Merasa senang berpartisipasi dalam organisasi-organisasi sosial keagamaan dan politik.
  6. Sangat senang mengikuti acara talk show di televisi dan radio.
  7. Ketika bermain atau berolahraga, sangat pandai bermain secara tim (ganda atau kelompok) daripada bermain sendirian.
  8. Selalu merasa bosan dan tidak bergairah ketika bekerja sendiri.
  9. Selalu melibatkan diri dalam berbagai aktivitas ekstrakurikuler.
  10. Sangat peduli dan penuh perhatian pada masalah-masalah dan isu-isu sosial.
Secara umum, kecerdasan interpersonal dapat diamati dari perilaku seseorang. Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang kuat cenderung mampu berdaptasi dengan lingkungan, senang bersama-sama dengan orang lain, dan mampu menghargai orang lain serta memiliki banyak teman. Safaria (2005) juga menyebutkan karakteristik anak yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi, yaitu:
  1. Mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara efektif.
  2. Mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara total.
  3. Mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak musnah dimakan waktu dan senantiasa berkembang semakin mendalam/penuh makna.
  4. Mampu menyadari komunikasi verbal maupun nonverbal yang dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitif terhadap perubahan situasi sosial dan tuntutan-tuntutannya.
  5. Mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam relasi sosialnya dengan pendekatan win-win solution, serta yang paling penting adalah mencegah munculnya masalah dalam relasi sosialnya.
  6. Memiliki kemampuan komunikasi yang mencakup keterampilan mendengarkan efektif, berbicara efektif dan menulis secara efektif.

Aspek-aspek Kecerdasan Interpersonal

Anderson (1999) dalam Safaria (2005) menyatakan bahwa kecerdasan interpersonal mempunyai tiga dimensi utama yaitu social sensitivity, social insight, dan social communication. Ketiga dimensi ini merupakan satu kesatuan utuh dan ketiganya saling mengisi satu sama lain.

a. Kepekaan sosial (social sensitivity)

Kepekaan sosial adalah kemampuan anak untuk mampu merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun non-verbal. Kepekaan sosial ini meliputi sikap empati dan sikap pro-sosial. Empati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain. Sedangkan sikap pro-sosial adalah sebuah tindakan moral yang harus dilakukan secara kultural seperti berbagi, membantu seseorang yang membutuhkan, bekerjasama dengan orang lain, dan mengungkapkan simpati. Adapun indikator dari aspek kepekaan sosial adalah sebagai berikut: (1) memiliki kemampuan untuk bersikap empati terhadap orang lain dan (2) memiliki kemampuan untuk bersikap pro-sosial.

b. Pandangan sosial (social insight)

Pandangan sosial adalah kemampuan dalam memahami dan mencari pemecahan masalah yang efektif dalam suatu interaksi sosial. Pandangan sosial meliputi pemahaman situasi dan etika sosial, keterampilan pemecahan masalah dan kesadaran diri yang merupakan pondasi dasar dari pandangan sosial. Adapun indikator dari aspek pandangan sosial adalah sebagai berikut: (1) memiliki kesadaran diri; (2) memiliki pemahaman etika sosial dan situasi sosial; dan (3) memiliki kemampuan pemecahan masalah yang efektif.

c. Komunikasi sosial (social communication)

Komunikasi sosial adalah penguasaan keterampilan komunikasi sosial merupakan kemampuan individu untuk menggunakan proses komunikasi dalam menjalin dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Inti dari komunikasi sosial adalah komunikasi yang efektif dan mendengarkan secara efektif. Adapun indikator dari aspek pandangan sosial adalah sebagai berikut: keterampilan melakukan komunikasi secara efektif.

0 Response to "Pengantar Kecerdasan Interpersonal"

Posting Komentar