Home / Penelitian / Analisis Reliabilitas Menggunakan SPPS dengan Metode Alpha Cronbach

Kamis, 22 Februari 2018

Analisis Reliabilitas Menggunakan SPPS dengan Metode Alpha Cronbach

Analisis Reliabilitas Menggunakan SPPS

dengan Metode Alpha Cronbach  


1. Data yang digunakan dalam analisis


Data yang digunakan dalam analisis menggunakan metode alpha adalah hasil angket OSPEK Pascasarjana UNY tahun 2015. Angket memuat 13 butir yang diberikan kepada 300 responden secara acak dari semua program studi Pascasarjana UNY. Skala yang digunakan dalam angket adalah skala likert modifikasi empat skala. Selanjutnya, data yang didapatkan tersebut dianalisis menggunakan SPSS dengan metode alpha.

reliabilitas,alpha

2. Hasil dan Interpretasi data

a. Total responden adalah 300 mahasiswa telah dinyatakan valid sebagai responden angket.



b. Angket yang berjumlah 13 butir memperoleh koefisien reliabilitas alpha cronbach sebesar 0,855 yang distandarkan menjadi 0,86.

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.855
.860
13

Koefisien alpha 0,86 adalah kategori sangat reliabel berdasarkan kriteria reliabilitas (Santoso, dalam Triton, 2006: 248) berikut ini :

Alpha
Tingkat Reliabilitas
0,00 s.d. 0,20
Kurang reliabel
0,20 s.d. 0,40
Agak reliabel
0,40 s.d. 0,60
Cukup reliabel
0,60 s.d. 0,80
Reliabel
0,80 s.d. 1,00
Sangat reliabel

Koefisien alpha tersebut berasal dari hasil perhitungan menggunakan formula umum koefisien alpha.


Jika dibuktikan dengan perhitungan manual berdasarkan persamaan tersebut, maka k adalah 13 karena angket terbagi atau terbelah menjadi 13 butir. Sedangkan total varian dapat diperoleh dengan melakukan analisis pada SPSS, Descriptive statistic- descriptive- pada tombol option klik varian sehingga didapatkan tabel berikut :



Dan juga dari hasil analisis alpha didapatkan tabel berikut :



Jika dimasukkan ke dalam persamaan alpha maka didapatkan hasil yang sama yaitu koefisien alpha 0,855.


c. Tabel berikut ini menjelaskan rata-rata dan standar deviasi setiap butir angket.

Item Statistics

Mean
Std. Deviation
N
B1
3.12
.560
300
B2
3.39
.527
300
B3
3.07
.673
300
B4
2.93
.603
300
B5
3.15
.547
300
B6
3.14
.534
300
B7
3.10
.517
300
B8
3.19
.555
300
B9
3.30
.553
300
B10
2.92
.649
300
B11
3.21
.452
300
B12
3.29
.509
300
B13
3.03
.722
300

d. Korelasi Pearson antar butir angket dapat dilihat pada tabel berikut ini:


Berdasarkan analisis tidak ada butir yang memiliki korelasi negatif, walaupun terdapat beberapa butir yang koefisien korelasinya rendah. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel kriteria korelasi (Kumaidi, 2013) berikut ini:
Koefisien Korelasi
Interpretasi
Positif
Negatif
0.90 – 1.00
(-0.90 – -1.00)
Sangat tinggi
0.70 – 0,90
(-0.70 – -0,90)
Tinggi
0.50 – 0.70
(-0.50 – -0.70)
Sedang
0.30 – 0.50
(-0.30 – -0.50)
Rendah
0.00 – 0.30
(0.00 – -0.30)
Sangat rendah
e. Tabel berikut berisi tentang ringkasan data dalam perhitungan rata-rata dan variansi butir.

Summary Item Statistics

Mean
Minimum
Maximum
Range
Maximum / Minimum
Variance
N of Items
Item Means
3.141
2.920
3.387
.467
1.160
.019
13
Item Variances
.329
.205
.521
.316
2.546
.008
13

f. Tabel berikut ini menjelaskan tentang butir yang harus dikeluarkan dari instrumen (angket). Contohnya, jika B1 dihapus, pada tabel croncbach’a alpha if item deleted terdapat nilai 0,847, ini memiliki arti bahwa koefisien alpha dari instrumen akan menjadi 0,847 jika butir 1 dihapus. Namun, karena semua butir hampir mendekati koefisien alpha instrumen yaitu 0,855 jika butir tersebut dihapus, jadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan koefisien alpha. Selain itu, tidak ada butir yang berkorelasi negatif dengan total korelasi berdasarkan kolom corrected item-total correlation sehingga tidak ada butir yang dihapus atau dikeluarkan.

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Squared Multiple Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
B1
37.71
17.738
.479
.249
.847
B2
37.44
18.234
.399
.230
.851
B3
37.76
17.400
.437
.259
.851
B4
37.90
17.551
.474
.323
.847
B5
37.68
17.241
.609
.484
.839
B6
37.69
17.317
.608
.471
.839
B7
37.73
17.691
.541
.359
.843
B8
37.64
17.636
.507
.325
.845
B9
37.53
17.588
.521
.371
.844
B10
37.91
17.199
.499
.337
.846
B11
37.62
18.048
.535
.398
.845
B12
37.54
17.346
.638
.450
.838
B13
37.80
16.687
.526
.320
.845

REFERENSI

Kumaidi & M, Budi. (2013).  Pengantar Metode Statistika. Cirebon: Eduvision Publishing.

Mardapi, D. (2007). Teknik penyusunan instrumen tes dan nontes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.

Triton,P.B. (2006). SPSS 13.0 Terapan: Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta: Andi.