Home / Pendidikan / Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Dunia Pendidikan

Selasa, 20 Maret 2018

Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Dunia Pendidikan

Manajemen sumber daya manusia pendidikan disebut juga manajemen tenaga pendidik dan kependidikan. Sebelum kita membahas definisi aktifitas terlebih dahulu kita mengerti arti dari manajemen sumber daya manusia. Berbagai definisi tentang manajemen telah banyak dikemukakan. Sebagai ilum, konsep manajemen bersifat universal dengan menggunakan kerangka berpikir keilmuan, mencangkup kaidah-kaidah dan prinsip-prinsipnya.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Secara etimologi, kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno management, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Dalam bahasa Inggris, kata manajemen berasal dari kata manage artinya mengelola, membimbing dan mengawasi. Sementara itu dalam bahasa Latin, kata manajemen berasal dari kata manus yang berarti dan agree yang berarti melakukan, jika digabung memiliki arti menangani.

1. Pengertian aktifitas  Aktifitas dalam bahasa inggris; activity, Latin; activitas. Seakar dengan kata aksi dan aktus. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan kata “kegiatan”. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) , aktifitas adalah kegiatan/kreatifan. Menurut para ahli, aktifitas ialah sebagai berikut:
  • W. J. S. Poewadarminto menjelaskan aktifitas sebagai suatu kegiatan atau kesibukan. 
  • S. Nasution, aktifitas merupakan keaktifan jasmani dan rohani dan kedua-duanya harus dihubungkan. 
Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa aktifitas adalah segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi melalui proses perencanaan SDM. Aktifitas manajemen sumber daya manusia (human resources activites) adalah berbagai tindakan yang diambil untuk menyediakan dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif bagi organisasi, yaitu berupa program yang dirancang untuk merespon tujuan sumber daya manusia dan dikoelola untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun hubungan antara aktivitas manajemen sumber daya manusai dengan manajemen sumber daya manusia diantaranya adalah.


1. Perencanaan sumber daya manusia (human resources planning)  Perencanaan sumber daya manusia terfokus kepada bagaimana organisasi harus bergerak dari kondisi sumber daya manusianya saat ini menuju kondisi sumber daya manusia yang dikehendakinya bagai mana merapatkan kesenjangan antara efesiensi dan ekuitas. Perencanaan ini menciptakan hubungan atar seluruh strategi organisasi dengan kebijakan sumber daya manusianya. Melalui perencanaan sumber daya manusia, organisasi memastikan bahwa aktivitas sumber daya manusia senantiasa konsisten dengan arah strategi dan tujuan organisasi.


2. Perencanaan kepegawaian (employment planning)  Organisasi menetapkan jumlah dan spesifikasi orang orang yang dibutuhkan. Jikalau terjadi surplus atau kelebihan karyawan, maka dijalankan kebijakan pengurangan karyawan begitupun sebaliknya jika kekurangan dilakukan recruitment. Penentuan jumlah pegawai yang dibutuhkan haruslah berpedoman pada tugas pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya.

3. Rekruitmen  Dalam efektivitas sebuah organisasi tergantung pada efektifitas karyawan. Maka dari itu, rekruitmen sumber daya manusia menjadi aktifitas sumber daya manusia yang kritis. Fokus utama manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah memberikan kontribusi pada suksesnya organisasi.

Kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi adalah dengan memastikan aktivitas SDM mendukung usaha organisasi yang terfokus pada produktivitas, pelayanan dan kualitas.

 a) Produktivitas.
Diukur dari jumlah output per tenaga kerja, peningkatan tanpa henti pada produktivitas telah menjadi kompetisi global. Produktivitas tenaga kerja di sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh usaha, program dan sistem manajemen.

b) Kualitas.
Kualitas suatu barang/jasa akan sangat mempengaruhi kesuksesan jangka panjang suatu organisasi.Bila suatu organisasi memiliki reputasi sebagai penyedia barang/jasa yang kualitasnya buruk, perkembangan dan kinerja organisasi tersebut akan berkurang.

c) Pelayanan.
SDM sering kali terlibat pada proses produksi barang/jasa. Manajemen SDM harus disertakan pada saat merancang proses tersebut. Pemecahan masalah harus melibatkan semua karyawan, tidak hanya manajer, karena sering kali membutuhkan perubahan pada budaya perusahaan, gaya kepemimpinan dan kebijakan SDM.

 Untuk mencapai sasaran tersebut, manajemen SDM haruslah terdiri dari aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan. Aktivitas SDM adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan dan Analisis SDM 
Aktivitas perencanaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, aktivitas analisis dan penilaian selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ini.

2. Kesetaraan Kesempatan Bekerja 
Kepatuhan pada hukum dan peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity - EEO) mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen SDM. Contohnya, perencanaan SDM harus memastikan sumber tenaga kerja yang bervariasi untuk memenuhi jumlah tenaga kerja yang ditetapkan oleh hukum dan peraturan. Selain itu, pada saat perekrutan, seleksi dan pelatihan, semua manajer harys mengerti peraturan ini.

3. Perekrutan/Staffing 
Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi sangatlak menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan.

4. Pengembangan SDM 
Pekerjaan pasti akan berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja, termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan iuntuk menyiapkan organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning) mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu organisasi.


5. Kompensasi dan Keuntungan 

Kompensasi diberikan pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay), insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan. Peningkatan biaya pada keuntungan, contohnya pada keuntungan pemeliharaan kesehatan, selalu menjadi isu penting.

Sumber:
  1. Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 
  2. Marwansyah. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.