Pengertian Teknologi Informasi dan Pemanfaatannya dalam Pendidikan

Pengertian Teknologi Informasi dan Pemanfaatannya dalam Pendidikan


Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi informasi (Information Technology, IT) adalah sarana dan prasarana (hardware, software, useware) sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan danmenggunakan data secara bermakna. Oleh karena itu, teknologi informasi menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelola informasi dalam arti menyimpan, mengambil kembali, dan pemutahiran informasi.

Selain itu, teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah, memproses, mendapat, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas (Wardiana, 2002). Artinya, informasi relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan, serta merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Teknologi informasi dan internet sudah merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan. Maksudnya, saat ini internet bukan lagi menjadi barang mahal, bahkan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas sehari-hari baik sebagai pelajar, mahasiswa, maupun pebisnis. Pelajar dan mahasiswa memanfaatkan internet sebagai salah satu sumber belajar (learning resource). Sedangkan bagi pebisnis internet sebagai ujung tombak promosi dan berinteraksi dengan klien atau rekan bisnisnya (Sudarma, 2008:2).

Kecenderungan teknologi infromasi mengarah pada pemanfaatan teknologi komputer dan teknologi terkait dalam mengintegrasikan suatu data, gambar, grafik, dan suara sehingga menghasilkan suatu informasi yang komprehensif. Informasi yang dihasilkan akan ditransfer melalui jaringan (networking) ke tempat lainnya dan menghasilkan keluaran (output) yang sama. Implementasinya berupa penerapan multimedia, aplikasi program berorientasi objek dan berbasis web melalui media internet, dan penerapan paket aplikasi terpadu atau terintegrasi.

Dengan semakin besar penerapan teknologi jaringan (networking) dengan cakupan dunia dan pemanfaatan media internet untuk kegiatan pembelajaran tanpa adanya kendala waktu, tempat, geografis, dan fasilitas. Demikian halnya adanya pembelajaran berbasis internet dapat dengan mudah diterapkan secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, teknologi informasi merupakan kunci dalam dua hal, yaitu efisien proses dan memenangkan kompetisi.

Dengan adanya kemudahan berkomunikasi menggunakan teknologi multimedia, teleconference/video conference, memungkinkan adanya proses pembelajaran jarak jauh melalui internet atau dikenal dengan istilah cyber education/ virtual university. Hal ini memungkinkan peserta didik/ mahasiswa dapat kuliah dimana saja di seluruh penjuru dunia atau kapan saja karena jarak geografis dan waktu bukan merupakan kendala utama.

Oleh karena itu, teknologi informasi yang dimaksud di sini adalah segala bentuk penggunaan atau pemanfaatan komputer (beserta seluruh aksesoris dan peripheralnya) dan internet untuk pembelajaran.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Teknologi informasi dapat digunakan untuk memudahkan kerjasama anatara pakar dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan fisik. Dahulu, seseorang harus berjalan jauh untuk menemui seorang pakar guna mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini, hal itu dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan e-mail. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar-menukar data melalui internet, e-mail, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharing

Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi. Jadi manfaat teknologi infromasi bagi bidang pendidikan dan pembelajaran di Indonesia antara lain akses ke Perpustakaan, akses ke pakar, menyediakan fasilitas kerja sama, dan berbagai sumber belajar lainnya.

Adapun fungsi teknologi informasi dalam Pendidikan dapat dibagi menjadi tujuh fungsi, yaitu:
  1. Sebagai gudang ilmu;
  2. Sebagai alat bantu pembelajaran;
  3. Sebagai fasilitas Pendidikan;
  4. Sebagai standar kompetensi;
  5. Sebagai penunjang administrasi;
  6. Sebagai alat bantu manajemen sekolah; dan
  7. Sebagai infrastruktur Pendidikan.

Pengertian Teknologi Informasi dan Pemanfaatannya dalam Pendidikan


Pendekatan Pemanfaatan Teknologi Informasi

Secara umum ada tiga pendekatan penggunaan atau pemanfaatan teknologi informasi atau instruksional komputer dan internet dalam Pendidikan dan pembelajaran yaitu:
  1. Learning about computers and the internet, dimana technological literacy menjadi tujuan akhir. Komputer dapat dijadikan sebagai objek pembelajaran misalnya ilmu komputer (computer science). Artinya menjadikan teknologi infromasi sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah.
  2. Learning with computers and internet, dimana teknologi informasi memfasilitasi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Misalnya, Pustekkom, Depdiknas mengembangkan program CD multimedia inetraktif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, dan lain lain sebagai salah satu alternative media pembelajaran di SMA dan SMK.
  3. Learning through computers and internet yaitu mengintegrasikan pengembangan keterampilan-keterampilan berbasis teknologi informasi dengan aplikasi-aplikasi dalam kurikulum. Misalnya di Perguruan Tinggi sebagai contoh mahasiswa melakukan riset online, menggunakan spreadsheet dan program database untuk membantu mengorganisasikan dan menganalisis data yang telah dikumpulkan atau menggunakan word processing untuk menyusun laporan penelitian. Oleh karena itu, komputer dapat juga digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan proses tertentu, misalnya penghitungan atau kalkulasi dan penyimpanan data serta pemrosesan kata dan data.

Sedangkan menurut Fryer (2001) ada dua pendekatan yang dapat dilakukan guru dalam memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi yaitu:

1. Pendekatan Topik (Theme-Centered Approach)

Pada pendekatan ini topik atau satuan pembelajaran dijadikan sebagai acuan. Langkah yang dilakukan dalam pemanfaatannya adalah :
  1. Menentukan topik;
  2. Menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai; dan
  3. Menentukan aktifitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi (seperti modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar on-line di internet, atau alat komunikasi sinkronis dan tidak sinkronis lainnya) yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Pendekatan Software (Software-Centered Approach)
Pada pendekatan ini, langkah pertama dimulai dengan mengidentifikasi teknologi informasi (seperti buku, modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar on-line di internet, atau alat komunikasi sinkronis dan tidak sinkronis lainnya) yang ada atau mungkin bisa digunakan. Kemudian dengan kondisi teknologi infromasi yang ada tersebut, guru dapat merencanakan strategi pembelajaran yang relevan untuk suatu topik pembelajaran tertentu. Sebagai contoh: karena di sekolah  memiliki akun e-mail dan menguasai komputer serta internet dasar, maka guru membuat rencana pembelajaran (Chaeruman, 2008:7).

Pertimbangan dan Penilaian Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Pengembangan sistem dan model pembelajaran berbasis teknologi infromasi baik bersifat off line (multimedia) maupun yang bersifat on line (internet) diperlukan pertimbangan dan penilaian atas beberapa hal berikut:
  1. Keuntungan, sejauh mana sistem akan memberikan keuntungan bagi institusi, staf pengajar, pengelola, dan terutama keuntungan yang akan diperoleh peserta didik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
  2. Biaya pengembangan infrastruktur serta pengadaan peralatan dan software, biaya yang diperlukan untuk mengembangkan infrastruktur, mengadakan peralatan serta software tidaklah sedikit. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan beberapa hal berikut: a. Apakah akan membangun jaringan secara penuh atau secara bertahap; b. Apakah akan mengadakan peralatan yang baru atau meng-upgrade yang sudah ada. 
  3. Biaya operasional dan perawatan, suatu sistem akan berjalan baik apabila dikelola dengan baik. Demikian pula dengan sistem pembelajaran berbasis internet ini, juga diperlukan operasional dan perawatan yang tentunya tidak sedikit.
  4. Sumber daya manusia, untuk mengembangkan dan mengelola jaringan dan sistem pembelajaran diperlukan sejumlah sumber daya manusia yang meiliki kompetensi dan integritas tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan indentifikasi kemudian dipersiapkan tenaga-tenaga tersebut apakah bisa dicukupi dari dalam atau harus merekrut tenaga baru. Untuk membekali tenaga-tenaga tersebut juga perlu diberikan pelatihan dimana mempertimbangkan lama pelatihan, tempat, dan cara pelatihan agar dihasilkan tenaga yang memiliki kualifikasi.



REFERENSI

Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran (Landasan dan Aplikasinya). Jakarta: Rineka Cipta.

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Teknologi Informasi dan Pemanfaatannya dalam Pendidikan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel