Pengertian Ukhuwah Islamiyah

Pengertian Ukhuwah Islamiyah

Eureka Pendidikan - Ukhuwah islamiah terdiri dar dua kata, “ukhuwah” dan “islamiah”. Kata “ukhuwah”, seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, mengandung makna “persamaan” yang akhirnya menimbulkan persaudaraan. Arti persaudaraan adalah ikatan batin yang menghubungkan antara seseorang dengan orang lain sehingga apa yang dirasakan oleh satu orang akan dirasakan oleh yang lain juga.

Adapun kata “islamiah” yang selama ini sering dipahami sebagai pelaku ukhuwah, sebenarnya berfungsi sebagai ajektif dari kata ukhuwah. Dengan demikian, persaudaraan yang dimaksud disini adalah persaudaraan yang bersifat islam, atau persaudaraan secara islam yaitu persaudaraan yang didasarkan atas norma-norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam.

Berdasarkan pemahaman kebahasaan di atas sudah mulai terlihat apa yang dimaksud dengan ukhuwah islamiah. Namun, sebagai suatu konsep keagamaan, makna ukhuwah islamiah jauh lebih luas dan kompleks dari makna kebahasaannya.

M. Quraish Shihab, seorang pakar tafsir sulit memberikan definisi lengkap mengenai ukhuwah islamiah karena bukan hanya menyangkut sikap lahiriah, tetapi juga sikap batiniah. Sekalipun demikian, ukhuwah islamiah setidaknya dapat digambarkan dengan perbandingan-perbandingan dan tamsil-tamsil atau secara lebih jelas dapat diformulasikan dalam kalimat-kalimat ringkas yang mengacu kepada makna ukhuwah islamiah tersebut.

Pengertian JAbat Tangan dan simbol
Sumber Gambar: an-najah.net

Rasulullah saw. banyak menggambarkan makna ukhuwah islamiah dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan, antara lain terdapat dalam sabdanya.
“Mukmin yang satu dengan yang lain laksana suatu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmizi dan An-Nasa’i).

Dalam bentuk perumpamaan lain Rasulullah saw. juga menyebutkan,
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi seperti satu tubuh. Apabila satu organ tubuh merasa sakit akan menjalar kepada semua organ tubuh yaitu tidak dapat tidur dan merasa demam.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Berdasarkan perumpamaan-perumpamaan di atas terlihat bahwa ukhuwah islamiah dilandasi oleh hubungan batin yang mendalam yang kemudian terjelma dalam persaudaraan dalam bentuk lahir. Hubungan batin tersebut didasarkan atas kesamaan dalam aqidah dan Syariah yang diistilahkan oleh Al-Qur’an dengan habl Allah (tali Allah). Jadi, persaudaraan islam adalah persaudaraan yang diikat oleh tali Allah yang kuat sehingga sulit untuk diputuskan.  Akan tetapi, sekalipun demikian, secara implisit terlibat adanya konstelasi atau isyarat bahwa ada saja kemungkinan timbulnya konflik, seperti tercermin dalam kitab suci:

“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu…….”. (QS. Al-Hujurat, 49:10)

Jadi, dari kalimat tersebut dipahami bahwa pertentangan dapat saja terjadi antara sesama muslim dan bila hal demikian terjadi muslim lain harus segera turun tangan untuk mendamaikannya. Hal yang sama secara implisit tercermin juga dalam ayat,

“Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu bersaudara karena nikmat Allah; dan ketika kamu sudah berada di tuber neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali-Imran, 3:103).

Selanjutnya, larangan yang ditekankan oleh ayat di atas adalah terpecah-pecah (tafarruq). Tafarruq berarti terpisah antara satu dan yang lain. Sebab perpecahan akan membawa kehancuran ukhuwah. Hal demikian berbeda dengan  ikhtilaf, yang pada asalnya bereti mengambil jalan yang tidak ditempuh oleh orang lain.

Hal ini biasa diartikan dengan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat tidak akan sampai membawa kehancuran ukhuwah. Oleh karena itu, Rasulullah saw. tidak melarangnya. Adanya perbedaan pendapat justru memperkaya khazanah pemikiran umat islam. Rasulullah saw. memandang adanya rahmat dalam perbedaan pendapat. Pengertian Ukhuwah

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ukhuwah islamiah merupakan suatu bentuk persaudaraan dalam kondisi dinamis yang diakibatkan oleh perasaan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. yang dengannya seseorang bersedia berbagi rasa dengan saudaranya.

REFERENSI
Nata, Abuddin. 2008. Kajian Tematik Al-Qur’an Tentang Kemasyarakatan. Bandung: Angkasa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel